Dari Jual Beli Jabatan hingga Pengadaan, DPR Petakan Pola Korupsi Kepala Daerah

05.07.2026


Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby kembali menyoroti rapuhnya tata kelola pemerintahan daerah. Di tengah dugaan suap jual beli jabatan sekretaris daerah, anggota Komisi II DPR menilai kombinasi biaya politik tinggi dan hak keuangan kepala daerah yang rendah menjadi salah satu faktor yang perlu segera dibenahi agar praktik rasuah di tingkat lokal dapat diminimalkan.

Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyebut gaji kepala daerah yang berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta tidak sebanding dengan cost politik yang harus dikeluarkan saat pemilihan. Menurut dia, ketimpangan tersebut membuka ruang penyalahgunaan wewenang. Komisi II telah menerima aspirasi dari Asosiasi Wakil Kepala Daerah yang meminta peninjauan ulang hak keuangan, dan merekomendasikan pemerintah merevisi sejumlah regulasi agar penghasilan kepala daerah lebih rasional dan proporsional.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah mengaitkan gaji kepala daerah dengan kinerja pendapatan asli daerah (PAD). Rifqinizamy mengatakan, pemberian porsi tertentu dari PAD sebagai hak keuangan dapat mendorong kepala daerah fokus meningkatkan basis penerimaan sah, sekaligus mengurangi dorongan mencari pemasukan di luar ketentuan. Ia menilai pengaturan yang jelas dalam peraturan perundang-undangan menjadi prasyarat untuk mempersempit ruang penyimpangan kewenangan.

Dari sisi pola pelanggaran, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Muhammad Khozin, menyoroti kemiripan modus korupsi yang menjerat para kepala daerah. Ia menyebut jual beli jabatan, pemberian izin, dan pengadaan barang dan jasa sebagai tiga jalur utama rasuah di daerah. Menurut dia, Kementerian Dalam Negeri perlu mendesain ulang tata kelola pemerintahan daerah, mulai dari sistem pengangkatan jabatan, prosedur pemberian izin, hingga kebijakan pengadaan, dengan menggandeng aparat penegak hukum untuk menutup celah korupsi.

KhozIn menambahkan, akar persoalan juga terletak pada desain pemilihan kepala daerah yang padat modal. Rencana perubahan Undang-Undang Pilkada dinilainya sebagai momentum untuk merombak sistem agar tidak lagi menuntut biaya politik besar, yang kerap memunculkan kewajiban tidak tertulis bagi kepala daerah terpilih untuk mengembalikan modal. Sepanjang pertengahan 2026, tercatat sembilan kepala daerah terjerat kasus rasuah oleh KPK, termasuk Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby dan Bupati Langkat Syah Afandin, menegaskan urgensi reformasi menyeluruh di hulu dan hilir tata kelola pemerintahan daerah.

Compte à rebours pour Duralex, en quête d’un repreneur industriel

05.07.2026


Le compte à rebours est lancé pour Duralex. Placée en redressement judiciaire le 1er juin, la verrerie de La Chapelle-Saint-Mesmin (Loiret) est désormais engagée dans un plan de cession validé par le tribunal de commerce d’Orléans début juillet. Les candidats à la reprise ont jusqu’au 6 août pour déposer un dossier complet, avant une audience clé fixée au 17 septembre qui doit examiner les offres et tracer les lignes du futur de l’entreprise et de ses 243 salariés.

Fondée en 1945 et connue pour ses verres de cantine réputés incassables, Duralex affronte son cinquième redressement judiciaire en un peu plus de vingt ans. Deux ans après avoir été reprise en Scop par ses propres salariés, l’usine n’a pas réussi à surmonter ses difficultés financières. Le tribunal a accordé une période d’observation de six mois avec poursuite d’activité, mais le sort du site et de son savoir-faire industriel dépend désormais de l’issue du plan de cession.

Selon le syndicat Force ouvrière, une quarantaine de marques d’intérêt ont été recensées, sans qu’aucune ne se soit pour l’instant concrétisée en offre formalisée. À l’audience, aucun nom de repreneur potentiel n’a été évoqué. Les syndicats insistent sur la nécessité d’un « projet industriel sérieux » porté par un repreneur « compétent » capable de maintenir l’activité sur le site. Des élus locaux alertent sur le risque de voir émerger des candidats intéressés par la seule marque Duralex, sans engagement sur la production et l’outil industriel.

Dans l’usine, l’activité a été ajustée pour préserver la trésorerie. La production, mise en pause le 12 juin afin de réduire les charges et de concentrer les équipes sur l’emballage et la préparation des commandes, a redémarré avec la relance d’une ligne de fabrication. À l’extérieur, une quarantaine de militants, à l’appel de la CGT, se sont rassemblés devant le tribunal d’Orléans lors de la dernière audience pour afficher leur soutien à la verrerie et rappeler l’enjeu social et industriel de ce nouveau tournant pour Duralex.